[Review Lengkap] Hapus Stigma “Tidak Becus” dan Jadilah Fokus Bersama ASUS E202

Setelah menjalani kehidupan penuh perjuangan selama setahun menimba ilmu, akhirnya liburan kenaikan kelas tiba juga. Kala studi berlangsung, setiap hari yang jadi sahabat setia saya dalam belajar tak lain tak bukan yakni buku-buku dan peralatan canggih masa kini seperti notebook. Dewasa ini, peralatan tersebut tak ayal menjadi salah satu penunjang produktivitas.

Berbicara tentang produktivitas, notebook yang bergaransi setahun ini memang menjadi salah satu hal yang wajib dimiliki baik oleh kalangan pelajar, mahasiswa, hingga pekerja di zaman sekarang yang serbacanggih. Dengan bentuk yang mudah dibawa ke mana-mana, berbagai aktivitas dalam dan luar ruangan menjadi dimudahkan. Selain meningkatkan produktivitas, notebook juga dapat menjadi salah satu sarana rekreasi yang murah dan mudah.

Klik di sini untuk info lomba

Memilih notebook bagi saya memang susah-susah gampang. Jika memutuskan membeli notebook yang sekadar digunakan untuk mengerjakan dokumen, menonton video, blogging, dan aktivitas-aktivitas lainnya yang tidak tergolong berat, maka dengan merogoh kocek sekitar tiga juta rupiah saja kita bisa mendapatkan notebook dengan performa yang tergolong baik. Ialah ASUS EeeBOOK E202, notebook keluaran tahun 2016 yang menawarkan berbagai kelebihan. Untuk versi DOS, kita cukup merogoh kocek sekitar Rp3.149.000,- sedangkan versi Windowsnya dibanderol sekitar Rp3.500.000,-.

Sedikit intermeso, pertama kali saya mengetahui keberadaan ASUS E202 ini dari saudara saya. Sekitar bulan Februari lalu, ia memboyong pulang ASUS E202 sebagai pengganti notebooknya yang telah wafat akibat terbakar. Saya sempat mencicipi notebook tersebut selama beberapa jam, mencoba mengulik apakah performanya secantik tampilannya. Ya, saya naksir dengan ASUS E202. Maka dari itu, saya begitu heboh saat tahu ada lomba menulis artikel seputar ASUS E202. Berhubung saya sudah pernah bersentuhan dengan notebook ini, maka review di bawah ini didasarkan pula pada pengalaman saya dengannya. Ada yang menganggap notebook hanya sebuah perangkat yang mampu menjalankan aktivitas ringan, cenderung lemot, dan punya banyak kekurangan. Saya penasaran, akankah stigma “tidak becus” yang diberikan sebagian orang kepada notebook itu tidak berlaku pada ASUS E202? Apakah performa ASUS E202 akan memuaskan?

 

Yang Mampu Tertangkap Mata

 

Bodi

Desain ASUS E202 seperti notebook-notebook trendi lain keluaran ASUS. Bagian atasnya polos tanpa motif, membuatnya terkesan elegan. Terdapat logo ASUS di bagian tengah yang berkilau saat tertimpa cahaya. Keempat sisinya cenderung melengkung sehingga tidak tajam, jadi tidak perlu takut tertusuk.

Image result for asus e202Image result for asus e202

 

Terdapat beberapa pilihan warna menarik yang membungkus bodinya. Warna Silk White tampak elegan. Sementara itu, warna Dark Blue lebih profesional dan maskulin. Pilihan yang lebih ceria yakni Thunder Blue, mencerminkan jiwa anak muda yang optimis. Warna terakhir yang ditawarkan adalah Red Rouge, warna merah yang melambangkan keberanian. Notebook tersebut didominasi warna merah sementara warna hitam terdapat di bagian bezel, keyboard, dan bagian belakang notebook.

Kala menggenggam ASUS E202 dalam keadaan terkatup, kesan pertama yang saya dapatkan adalah pas di tangan. Ukurannya tidak terlalu kecil maupun terlalu besar, yakni 29.7 x 19.3 cm dengan tebal 2.14 cm yang tergolong tipis. Dengan bobot hanya 1.21 kg, ia juga nyaman digenggam serta mudah dimasukkan ke dalam tas sehingga mudah dibawa ke mana-mana. Ukurannya bahkan tidak lebih besar dari kertas A4. Cocok untuk pengguna dengan mobilitas tinggi. Tidak perlu takut ASUS E202 tergelincir dari genggaman sebab bagian belakangnya cukup kesat.

Layar

Layar yang diusung ASUS E202 berukuran 11.6 inci berjenis WXGA dengan resolusi 1366 x 768 piksel, resolusi yang termasuk umum di kalangan notebook. Ukurannya sudah cukup memuaskan kala dipakai membaca dokumen, menonton video, maupun bermain game. Layarnya sendiri proporsional dengan rasio 16:10. Bezel (bagian hitam di luar layar) yang dimilikinya adalah sepanjang ± 2 cm.

Menggunakan layar LCD jenis TFT, tampilan warnanya tajam dan jernih saat dipandang dari depan dan samping. Digunakan di luar ruangan pun layarnya masih mampu memanjakan mata. Perpaduan warna ditampilkan dengan baik karena ASUS menghadirkan fitur ASUS Splendid yang bisa mengatur akurasi warna. ASUS Splendid mampu mengoptimalkan gambar sehingga menjadi lebih hidup. Ada 4 mode warna yakni normal, teather, vivid, dan manual.

 

Kamera

Di bagian atas layar, tersemat kamera depan yang cukup kecil. Setelah saya ukur, ternyata diameternya hanya 3 mm. Ukuran yang kecil ini membuat ia tidak mengurangi estetika notebook. Kamera ini mampu menangkap gambar dengan resolusi VGA atau setara 640×480 piksel. Meski bukan yang terbaik, namun kamera ASUS E202 dapat digunakan untuk sekadar berfoto ria, merekam video, maupun bertatap muka via online.

Kamera ASUS E202 (dokumen pribadi)

 

Keyboard

Setelah menjajal keyboard ASUS E202, terdapat satu kata di benak saya: nyaman. Mengusung desain keyboard one piecce-chiclet, masing-masing tombol berjarak sekitar 1.66 mm. Jarak yang dimilikinya cenderung pas saat digunakan mengetik. Tidak terdapat kesalahan pengetikan akibat jarak antartombol yang terlalu dempet atau bahkan jangkauan tombol yang terlalu jauh. Keyboard-nya tidak keras sehingga kita tidak mudah lelah saat mengetik. ASUS sendiri mengklaim bahwa tombolnya mampu bertahan hingga sepuluh juta kali dipencet.

 

Touchpad

Meski tidak berukuran jumbo, ASUS E202 memiliki ukuran touchpad yang cenderung lebih besar 36% dari notebook berukuran 11.6 inci lainnya. Saat saya iseng mengukur menggunakan penggaris, ternyata ukuran touchpad-nya mencapai 10.5 x 6.1 cm. Bentuk touchpad-nya sendiri menurut saya cukup elegan. Hanya ada sebuah garis kecil vertikal di bagian tengah bawah. Uniknya, touchpad tersebut dapat digunakan seluas 100% sehingga bersatu dengan left/right click yang juga dapat ditekan di bagian bawah.

Tidak hanya bentuknya yang cantik, touchpad-nya kian asyik karena menyematkan ASUS Smart Gesture. Adanya fitur ini mempermudah navigasi kita untuk mengontrol aplikasi. Sensasi yang dimiliki seperti menyentuh layar pada telepon genggam layar sentuh. Fitur unggulannya berupa zoom in dan zoom out, drag, page scrolling, serta execute cortana.

 

Desain Fanless

Tidak terdapat kipas pendingin pada ASUS E202. Hal ini tentu menimbulkan kelebihan dan kekurangan tersendiri. Kelebihannya, notebook satu ini tidak menimbulkan suara berisik sehingga dapat diajak ke ruang-ruang sunyi seperti perpustakaan maupun tempat-tempat lainnya yang butuh keheningan. Selain itu, dengan ketiadaan kipas maka baterai dapat dihemat.

Kekurangan yang muncul di benak saya, bukankah notebook tanpa pendingin berarti lebih cepat panas? Ternyata, setelah diajak menonton video 720p selama ±5 jam, ASUS E202 tidak panas, hanya cukup hangat di bagian kiri belakang.

 

Lubang di Sisi

Menyusuri sisi kiri bodi, terdapat 4 lubang dengan kegunaan berbeda. Lubang pertama berada di bagian ujung atas merupakan lubang untuk pengecasan. Tiga lubang lainnya terletak di tengah hingga ke bawah, berturut-turut port HDMI, port USB 3.1 tipe C, serta microSD reader.

Lain halnya dengan sisi kanan, terdapat lubang 3.5 mm audio jack yang dapat dialihfungsikan sebagai lubang mic. Bersebelahan dengan lubang tersebut terdapat port USB 2.0 dan port USB 3.0. Penempatan yang diberikan dapat dikategorikan baik.

Tersedianya USB 3.1 tipe C merupakan salah satu keunggulan dari ASUS E202. Tipe USB ini merupakan salah satu teknologi baru. USB 3.1 tipe C ini sendiri memiliki berbagai kelebihan. Kecepatan transfer datanya maksimal senilai 433 Mbps, lebih cepat sebelas kali lipat dari USB 2.0 yang ‘hanya’ mampu mentransfer 150 Mbps. Kerennya lagi, baterai ASUS E202 dapat diisi ulang menggunakan port ini.

Desainnya ramping dan bagian atas-bawahnya sama, jadi dapat dibolak-balik. USB tipe ini juga diklaim dapat dicabut-pasang hingga sepuluh ribu kali, jauh lebih unggul dari USB standar yang hanya dapat dipakai 1500 kali. Bayangkan saja sehari kita menggunakan USB tipe C sebanyak 3 kali. Anggapannya kita menggunakan USB tersebut setiap hari. Port USB tersebut baru akan rusak 9 tahun kemudian. Luar biasa, bukan?

 

Diam-diam Menakjubkan…

Usai mengulik fitur kasatmata, kita berlanjut ke spesifikasi utama yang mendukung kehidupan ASUS E202. Spesifikasi-spesifikasi tersebutlah yang menjadi faktor penentu kinerja dari suatu notebook. Meski dibanderol murah, spesifikasi yang tertanam pada ASUS E202 tidak asal-asalan.

 

Prosesor dan Memori

ASUS E202 menggunakan prosesor Intel Celeron N3050 dual-core generasi Braswell 64bit yang tergolong cukup baik di kelasnya. Kekuatannya berkisar antara 1.66GHz hingga 2.16 GHz. Notebook ini mengusung RAM 2 GB dengan DDR3L 1600 MHz dan L2 cache 1MB/core.

Bagi yang belum tahu, L2 cache merupakan media menyimpan data dan dapat dipanggil kembali jika dibutuhkan. Semakin besar kapasitas cache maka semakin banyak data yang dapat disimpan sehingga tidak banyak lagi yang harus dibaca ulang, cukup diambil dari cache dan proses menjadi lebih cepat.

Spesifikasi proses manufrakturnya adalah 14 nm yang lebih efisien sehingga tenaga yang diperlukan untuk bekerja semakin sedikit. Proses manufraktur jenis ini dapat menghemat baterai hingga 20% lebih banyak.

Notebook ini dapat menampung data hingga 500GB. Ruang penyimpanan yang lega membuat ASUS E202 dapat digunakan untuk menyimpan berbagai data baik dokumen penting, foto, lagu, video, games, dan yang lainnya. Sementara itu jumlah perputaran harddisk per menit yang dimilikinya bernilai 5400 rpm, termasuk salah satu yang paling sering dipakai.

 

Sistem Operasi

Sudah bukan barang baru lagi jika sebuah notebook mengusung sistem operasi Windows. Tak terkecuali ASUS E202 yang menggunakan Windows 10. Sistem operasi ini tergolong sangat baik, memberikan pengalaman yang menarik baik dari segi antarmuka hingga penggunaan aplikasi. Ada pula pilihan ASUS E202 bersistem DOS, di mana dengan adanya DOS kita dapat menginstal pula sistem operasi lain selain Windows.

 

Baterai

Image result for battery animation gifASUS sendiri menginformasikan bahwa baterai yang digunakan dapat bertahan hingga 8 jam. Sementara itu, ada fitur unggulan airplane mode yang mampu membuat notebook tetap kuat diajak beraktivitas lebih dari waktu yang diklaim meski harus membuatnya berpisah dengan segala hal yang berhubungan dengan sinyal.

Salah satu faktor yang membuat baterai ASUS E202 tergolong awet adalah adanya Thermal Design Power (TDP) yang rendah yakni 6 watt. TDP ini merupakan hitungan pengukur panas yang dikeluarkan prosesor. Semakin kecil dayanya, maka semakin baik baterai tersebut.

Baterai yang digunakan bersistem built-in. Tidak terdapat area khusus untuk mengambil baterai tanpa membuka keseluruhan kover. Jika ingin mengeluarkan baterai, keseluruhan kover belakang ASUS E202 harus dibuka secara manual.

 

 

Konektivitas

Selain memiliki berbagai port seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ASUS E202 juga memberikan kemudahan koneksi melalui Wi-Fi dan Bluetooth.

Image result for wifi 802.11acWi-Fi 802.11ac atau dikenal juga dengan 5G termasuk jenis Wi-Fi terbaru dengan kecepatan hingga 1.3 Gbps. Kecepatannya lebih besar 3x lipat dari Wi-Fi versi pendahulunya. Terdapat pula teknologi beamforming yang membuat sinyal lebih terarah dan efektif.

Image result for bluetooth 4.0Bluetooth yang diusung ASUS E202 yakni versi 4.0. Konsumsi dayanya kecil dan jarak jangkauannya lebih dari 100 m. Selain itu, transfer datanya pun lebih cepat dibandingkan versi sebelumnya.

ASUS turut memudahkan konektivitas dengan adanya layanan Webstorage gratis selama setahun. Kapasitas maksimalnya 16GB, membuat kita dapat mengamankan dokumen ke media penyimpanan online. Tingkat keamanannya yang tinggi membuat privasi data yang diunggah tetap terjamin.Image result for asus webstorage

 

Music ‘Asic’

Image result for asus sonicmasterSpeaker ASUS E202 terletak di sisi bawah bodi. Baik speaker kiri maupun kanan keduanya sama-sama menghadap ke arah depan. Memutar musik semakin asyik dengan teknologi ASUS Sonicmaster yang dikembangkan ASUS Golden Ear Team. Teknologi Sonicmaster memiliki fitur suara bass lebih dalam hingga mampu membuat suara 1 oktaf lebih rendah. Suara yang dihasilkan tergolong jernih. Saya menjajal beberapa lagu, baik yang rock maupun slow. Saat diputar dengan volume maksimal, suara yang dikeluarkan tetap bulat dan tidak cempreng.

 

Hapus Stigma ‘Tidak Becus’ dan Jadilah Fokus bersama ASUS E202

Setelah mengetahui fitur dan performa ASUS E202, maka kini kita dapat mengubah stigma “notebook murah pasti tidak becus, kualitas tidak bagus,” dan sebagainya. Setiap produk yang diluncurkan produsen tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. ASUS E202 sendiri merupakan produk bermutu dengan layanan purna jual yang memuaskan. Dengan adanya perangkat yang berkualitas, tentunya produktivitas dapat meningkat. Kita dapat menjadi lebih fokus menjalani hari dengan ASUS E202 yang memiliki beragam keunggulan.

Ini memang merupakan bagian terakhir dari tulisan saya, namun bisa menjadi langkah awal bagi teman-teman memperluas pengetahuan mengenai teknologi. Kita telah disuguhkan produk bermutu, ASUS EeeBook E202. Pilihan kembali kepada masing-masing individu, apakah kita menerima dengan positif kehadirannya. Saya sendiri berharap tulisan ini dapat menjadi jembatan antara saya dan impian, yakni memiliki ASUS E202 sebagai penunjang aktivitas yang dapat membuat saya lebih produktif, kreatif, dan inovatif.

Blog Competition ASUS E202 by uniekkaswarganti.com

Comment Please ! ~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s